Review Film Baru Anne Hathaway – ‘The Idea of You’

Dalam adaptasi novel Robinne Lee ini, pemenang Oscar berperan sebagai seorang ibu yang baru saja bercerai dan jatuh cinta dengan bintang pop internasional. The Idea of You, komedi romantis baru dari Michael Showalter (The Big Sick), di mulai layaknya banyak film paling baik dalam genrenya: pertemuan yang lucu, benar-benar konyol, sampai disayangi. Selain menonton film, Jaman sekarang banyak sekali orang yang menghabiskan waktu luangnya untuk bermain games, nah di situs kami MataJP banyak sekali jenis game yang bisa kamu coba mainkan.

Yang ini terjadi di trailer yang Solene (Anne Hathaway yang menyenangkan) bingung mencari toilet selama Coachella. Perceraian berusia hampir 40 th. itu tidak harusnya berada di padang pasir dikelilingi oleh remaja mengenakan pakaian neon yang berteriak sekuat tenaga. Jika Solene menginginkannya, dia akan lakukan perjalanan berkemah sendirian di suatu area di hutan cuma dengan pikirannya. Namun mantan suaminya Daniel (Reid Scott) membatalkan rencananya untuk mengajak putri mereka yang berusia 16 th. Izzy (Ella Rubin) dan teman-temannya untuk menonton band favorit lama August Moon, sebuah grup internasional yang meniru One Direction. Kini, Solene terjerat mengarungi lautan kekuatan awet muda dan mencari area untuk buang air kecil.

Dengan pemberian kandung kemih datanglah teman. Solene, yang masih tidak mengetahui lingkungannya, berjumpa dengan Hayes Campbell (Nicholas Galitzine dari Red, White & Royal Blue), penyanyi utama August Moon. Dia bertanya-tanya apakah dia adalah seorang ASMR dan dia memberitahunya bahwa dia ada di trailer pribadinya. Beberapa olok-olok dan lebih dari satu lelucon kemudian, Solene tersenyum terhadap dirinya sendiri sementara dia meninggalkan Hayes yang jatuh cinta ke pasukan glamnya.

Ini adalah awal dari kisah cinta yang luar biasa, berdasarkan novel roman berjudul mirip karya Robinne Lee. Dalam The Idea of You, yang tentu akan menarik perbandingan dengan Notting Hill, Solene dan Hayes memulai perselingkuhan yang membuat perubahan kehidupan ibu Silver Lake dan, secara singkat, hubungannya dengan putrinya. Saat dia menemani Hayes dalam tur Eropa, Solene kudu hadapi ketertarikannya terhadap pria yang hampir 20 th. lebih muda darinya dan fitnah online dari basis pengagum fanatiknya. Dia juga kudu perhitungkan kebahagiaannya sendiri: Dia menginginkan hidupnya layaknya apa setelah umur 40 tahun? Film Showalter mirip layaknya permen kapas – manisan lapang yang dikonsumsi dengan ilmu akan kenikmatan sesaat.

Sebagian besar pesona film ini berasal dari Hathaway. Karakter aktris pemenang Oscar ini adalah seorang ibu yang terpecah pada tatanan kehidupannya yang telah mapan — menggerakkan galeri seninya, membina interaksi dengan putrinya, pengobatan dari Daniel yang selingkuh — dan risiko interaksi dengan Hayes. Hathaway menghadirkan humor yang menarik dan kedalaman yang mengejutkan terhadap Solene sementara dia terjun ke medan romansa baru yang tidak diketahui.

Karakter Hathaway (dan film secara keseluruhan) jauh lebih kuat terhadap bagian pertama, dikala Solene dan Hayes terasa mengenal satu mirip lain. Adegan di galeri ini, sementara dia mengunjunginya setelah pertemuan mereka di Coachella, dan sesudah itu sementara makan siang di rumahnya, memiliki tingkat teliti yang memberi tambahan interaksi selanjutnya perasaan hidup yang nyata. Di sinilah penggambaran Galitzine sebagai bintang pop terasa lebih layaknya seseorang daripada wadah untuk pertanyaan-pertanyaan Solene mengenai umur paruh baya. (Dengan sentuhan yang mengesankan, sang aktor menyanyikan lebih dari satu besar lagu dalam film tersebut, yang ditulis oleh Savan Kotecha.) Momen-momen ini juga pakai chemistry pada dua pemeran utama, yang, meskipun telah berusaha keras oleh Showalter, sering kali tampil lebih lembut daripada membawa dampak anda tersipu erotis.

Dalam adaptasi Showalter, Izzy, putri Solene, lebih tua. Pada umur 16 tahun, obsesi remaja selanjutnya terhadap August Moon telah diimbangi oleh ketertarikannya terhadap penyanyi-penulis lagu wanita yang keren. Hal ini membuat perubahan narasi yang ada, yang tidak kembali kudu mengenai seorang ibu yang berusaha menjaga putrinya. Namun skenario Showalter yang ia tulis dengan Jennifer Westfeldt tidak seluruhnya pakai ruang yang membawa dampak interioritas Solene lebih dalam dieksplorasi. Semakin banyak sementara yang dihabiskan bintang pop dan ibu tunggal, tambah sedikit teliti yang diketahui mengenai siapa mereka sebagai individu. Percakapan mereka terasa mandek, menjadi lebih hambar, sering kali berkisar terhadap karakter “seharusnya kita” atau “seharusnya tidak” dalam kisah cinta mereka.

The Idea of You berfaedah paling baik sebagai suguhan tanpa beban — sebuah komedi romantis mengasyikkan yang menghadirkan tawa dan ledakan kekuatan tarik dari pemeran utamanya. Bahwa ia sukses menggoyahkan lebih dari satu pelajaran mengenai penemuan jati diri sebatas sebuah bonus. Selain itu situs MataJP ini juga terpercaya loh, sudah dimainkan bayak orang juga, jadi jangan ragu lagi ya guys.

Originally posted 2024-03-17 13:38:01.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *